Thursday, 11th March 2010

Blogger vs Sinetron

Posted on 29. Oct, 2008 by abbie in My Personal Notes 

Jadi blogger ternyata bisa belajar dari mana saja. Kalau dulu ke dokter dapat warning siapa tahu saya termasuk blogger yang kena gejala alzheimer’s, kemarin saya mendapat pelajaran dari sesuatu yang bukan selera saya. SINETRON.

Ceritanya begini..

Kemarin siang saya ke Kantor Cabang PT. Jamsostek untuk mengurus klaim seorang karyawan. Tidak kaget dengan banyaknya orang di dalam, wong tadi di luar mobil juga susah parkir. Untung kantor baru Jamsostek ini lebih lega daripada yang dulu dan AC-nya juga lebih dingin. Banyak orang, tak jadi masalah.

Sambil duduk antri, saya melihat acara TV. Ada 2 buah TV, 1 di sudut ruangan sebelah kanan dan 1 di sudut kiri. Saya melihat TV yang ada di sebelah kanan karena letaknya lebih dekat dari tempat saya duduk.

Acaranya? Hmm… biasa, konsumsi ibu-ibu dan ABG. Sinetron.

Karena bukan selera saya, saya pun memalingkan muka ke TV di sebelah kiri yang lebih jauh kira-kira 6-7 meter. He..he.. acaranya masih konsumsi ibu-ibu. Kali ini infotainment. Sekilas, di layar TV tampak si ratu horror Suzanna yang belum lama meninggal. Kayaknya ini gosip tentang tidak-akurnya dia dengan anaknya. Daripada bengong, ya udah nggak papa, lihat gosip aja.

Tapi saya terganggu. Letaknya yang agak jauh membuat mata saya bekerja lebih keras. Suaranya juga nggak jelas. Belum lagi orang yang hilir-mudik menghalangi pandangan saya ke sana. Capek, saya pun balik lagi dan terpaksa nonton sinetron.

Sinetronnya ( nggak ingat judulnya apa ) tentang kebakaran di sebuah kantor. Yang bikin bete, inti ceritanya pendek sekali dan umum, tetapi dialog dan alurnya terasa panjang buat saya. Saya juga masih ingat, artis pemeran utamanya ( cantik juga sih.. ) bahkan tidak berganti kostum. Artinya, keseluruhan cerita di set terjadi pada jam kerja kantoran. Scene-nya aja yang berganti-ganti, tapi seperti jalan di tempat. Untuk durasi 60 menit, menurut saya itu sudah keterlaluan.

WHEKKS.. !! Selera saya ke sinetron kayaknya semakin memburuk!!

Tiba-tiba, pikiran saya terbawa ke kegiatan blogging. Saya mendapat pelajaran dari sana.

1. Sambil melihat sinetron itu, saya menempatkan diri sebagai seorang pengunjung blog yang enggan membaca keseluruhan artikel yang disajikan. Yang pertama mungkin karena faktor subjektif : saya tidak berselera. Yang kedua, kalaupun saya suka, saya tidak tertarik untuk membacanya. Jadi, kemampuan kita untuk secepat mungkin menarik minat baca pengunjung pada detik-detik pertama sangat dibutuhkan ketika menulis postingan. Apapun topik postingan kita.

2. Membuat sinetron saya anggap sama dengan ngeblog. Menulis content blog kadang terasa sulit ya? Tapi, apapun alasannya, sebaiknya kita tetap menjaga alur tulisan kita bergerak teratur dari awal tulisan, inti, hingga ke akhir tulisan. Dan jangan lupa, tidak pakai lama.

3. Ada satu adegan di sinetron ini yang akhirnya menarik perhatian saya. Gak tahu kenapa, si pemeran utama wanita menampar muka atasannya. Tampar menampar sih biasa di sinetron kita. Tapi wanita menampar muka atasannya?? Menurut saya ini kok rada-rada nyeleneh?? Saya mengartikannya dengan membuat sebuah postingan kontroversial, atau contrary article, untuk menarik minat baca pengunjung dan calon pengunjung.

4. Saya tidak ingat apa judul sinetron ini, dan saya juga tidak terlalu tertarik untuk melihatnya lagi. Itu dia!! Pemilihan judul!! Mendukung poin saya nomor 1, pemilihan judul yang catchy dan kreatif akan menarik pengunjung untuk meneruskan membaca artikel di blog kita.

5. Anda-anda bloggerwan pasti setuju ini. Artis pemeran utama sinetron ini cuantiik sekali. He..he.. meskipun saya tidak suka sinetronnya, tapi si artis ini mau nggak mau menjadi my point of interest. Kalau di bawa ke dunia blogging, saya anggap ini sama dengan menulis satu atau beberapa pillar article. Hmm.. tepat nggak ya?

6. Terakhir. Blogging juga sebuah kompetisi. Seperti halnya 2 buah TV di ruang tunggu Jamsostek ini, masing-masing (acara) TV berusaha memenangkan perhatian. Anda tahu siapa pemenangnya? Ternyata, sebagian besar orang yang antri itu lebih memilih melihat gosip daripada sinetron. Bukankah itu berarti bahwa artikel yang real, up to date, sedikit kontroversi dan dikemas tepat akan lebih disukai daripada artikel yang panjang lebar tapi fiktif?

Ah.. ini semua cuma pendapat saya, blogger bayi yang suka nyedot sana-sini. Jadi, kalau dari temen-temen blogger lainnya ada pembelajaran yang lebih baik dari sebuah sinetron, ya.. disedot lagi.
:D


Tags: , , ,

14 Responses to “Blogger vs Sinetron”

  1. Arief Maulana 30 October 2008 at 11:04 am #

    Ya genee ini, kalo soul of blogging dah merasuk dan mengakar.
    jadinya kaya mas abbie, bisa mengambil pelajaran dan mengaitkan permasalahan di dunia “nyata” ke dunia “maya” (baca blog.red). Hahahaha…

    Salam Sukses

    BLOG MOTIVASI ARIEF – Support Your Success

  2. abbie 30 October 2008 at 8:54 pm #

    @ Arief,
    Iya ya mas. Kayaknya emang semua hal sebenarnya tipikal. Kalo ditarik bareng, ada titik temunya. Bener gak mas?

  3. ipung 30 October 2008 at 9:37 pm #

    Analogi yang menarik mas Abbie. Dan sejalan dengan nasehat para blogger sukses mancanegara.. Sebetulnya mau panjang atau pendek, itu ga masalah asal bahasanya apik.

    Tapi menulis tulisan yang apik itu juga bukan pelajaran yang bisa cepat dikuasai ya mas :)

  4. Blogger Addicter 30 October 2008 at 10:40 pm #

    mantep analisanya kang..hihihi :)

    tapi mendingan blogging khan daripada nonton sinetron??

    hayoooo..:)

    ngikut nyedot juga akhhh :)

  5. blogger insyaf 31 October 2008 at 8:09 am #

    Kalo’ dah berhubungan dengan sinetron awak angkat tangan deh, soalnya gara-gara ntu sinetron, acara kegemaran saya (bola dan moto gp) sering terganggu, gara-gara itu juga bela-belain beli HP TV.

    BTW : WHEKKS.. !! Selera saya ke sinetron kayaknya semakin memburuk!!

    Whekks…!! itu kan punya ay?
    wekewekewek…weks…!!!

  6. Paman Gober 31 October 2008 at 2:57 pm #

    Wew manteb mas, blogging kek sinetron. Ternyata ide postingan bisa diambil dari sinetron ya! Hehehe

  7. sudarma 31 October 2008 at 10:34 pm #

    Memang sinetron gitu aja sobat, gak menariknya. Saya nonton sinetron paling hanya untuk lihat artisnya,wkwkwk(cantik2, sexy juga)

  8. abbie 1 November 2008 at 6:32 pm #

    Setuju mas. Padahal dari SD udah diajarin nulis ya.
    He..he..

  9. abbie 1 November 2008 at 7:14 pm #

    Blogging is becoming part of my life kang.. ;)

  10. abbie 1 November 2008 at 7:17 pm #

    he..he.. kacian deh jd ‘korban’ sinetron.
    Ato jgn2 beli HP TVnya spy nonton sinetronnya lbh mobile mas?
    Wheks.. :D

  11. abbie 1 November 2008 at 7:19 pm #

    He..he.. Sbnrnya krn sy aja selalu kering ide.
    BTW, kontesnya smp kapan sih mas?

  12. abbie 1 November 2008 at 7:20 pm #

    Ternyata sy ada temennya. ;)

  13. Blogger-Holic 18 December 2008 at 3:10 pm #

    dipikir2 iya jga ya mas.. hhaha

  14. abbie 19 December 2008 at 11:13 pm #

    @ Blogger-Holic,
    Nah, ada lg yg setuju. ha..ha.. :lol:


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Please fill the required box or you can’t comment at all. Your e-mail address will not be published.

Polite behaviour is a must. Comments with unkind words won't be tolerated.

Best regards. Abbie