Kerja Di Rumah Apa Di Kantoran Ya? 1
Punya pertanyaan yang sama? Kadang pertanyaan ini berkembang menjadi lebih banyak :
~ «Kalau mau kerja di rumah, darimana modalnya?»
~ «Enakan sih kerja di rumah... Tapi hasilnya cukup nggak ya?»
~ «Gimana nanti kalau saya gagal?»
~ «Tapi mertua saya bilang, kalau kerja di kantoran aja?!» ![]()
~ ... etc
Memang sulit menjawab pertanyaan tadi. Apalagi di Indonesia, punya kerjaan di kantoran ( ... jadi karyawan maksudnya ), rata-rata sudah menjadi wasiat & budaya turun temurun. Susah biasanya mengubah budaya. Iya, kan? Buktinya, kira-kira 80% orang-orang yang saya kenal berprofesi sebagai karyawan, termasuk jadi guru atau aparat keamanan. Sebagian kecil di top level, sebagian lagi di middle or low level. Sisanya yang kira-kira 20%, adalah wiraswasta dan pensiunan karyawan. Yang wiraswasta, tidak semuanya sukses, alias ada yang give up, atau paling tidak, sudah punya rencana mundur.
Well... bikin nyali entrepreneur kita ciut ya.
Biar nyali kita gede lagi, kita bandingkan sebentar antara kerja di rumah dan jadi karyawan.
Yang paling kelihatan, ya faktor lokasi. Punya usaha sendiri, apalagi di rumah, tentu bakalan lebih enak. Kita bisa mulai kapan saja dan tidak perlu repot-repot naik angkot, atau ngejar-ngejar bis kota, atau takut dicopet ( ... masih banyak copet nggak sih di Jakarta? ). Kalaupun punya mobil sendiri, kita nggak bakal dipusingin sama macet di prapatan yang traffic light-nya mati, tapi polisinya nggak tahu kemana.
Yang paling gampang berikutnya, masalah waktu. Kerja di rumah waktunya bebas. Mau 'cuti' kapan saja boleh. Mau kerja jam 9 boleh. Tidak perlu takut telat. Sebaliknya, bangun tidur langsung kerja juga lebih baik.
Nah, yang lebih hebat lagi adalah : kita bisa bekerja menghasilkan uang, sekaligus menggunakan waktu yang sama untuk taking care of anak-anak kita atau keluarga kita lainnya. Ini yang kita tidak bisa kalau kita jadi karyawan. Kalaupun anda bisa, anda harus korupsi jam kerja anda dengan berpura-pura tugas keluar kantor, tapi kenyataannya anda pulang ke rumah sebentar, lalu balik kantor lagi dengan ide skenario fiktif di benak anda. Ha.. ha.. that is not right.
Uang, atau modal, adalah faktor berikutnya. Yang ini harus dipikirkan matang-matang. Jadi karyawan bukannya tidak perlu modal. Perlu, tapi relatif sedikit. Anda tetap harus keluar uang untuk biaya transportasi anda, makan siang, dan lain-lain, sebelum anda terima gaji bulanan anda.
Punya usaha sendiri juga harus ada modal. Bahkan mungkin relatif lebih besar. JANGAN TERTIPU OLEH IKLAN YANG MENGATAKAN BAHWA ANDA AKAN KAYA DENGAN USAHA TANPA MODAL. (... that's bu****it !! ). Perhitungan kita adalah seberapa besar uang yang akan kita hasilkan dengan modal yang telah kita keluarkan.
Itu sebagian perbandingan antara kerja di rumah dengan kerja kantoran. Later, kita coba bahas lagi di bagian 2.
9 comments
3 years and 7 months ago
ya sementara ini kerja kantoran dulu mas,trus ngumpulin modal buat kerja dirumah...
3 years and 7 months ago
hue.. hue... sama dong.
Saya pikir, semuanya hrs dipikir matang. Jgn smp salah itung. Tp, punya bisnis sendiri, tetep jd the main goal. Iya 'kan?
3 years and 6 months ago
betul2 perlu diuji mental enterpreneur kita..saat kita memulai untuk berusaha begitu banyak bisikan : takut gagal..gak cukup modal..atau keahlian yang pas2an. Tapi kita juga harus percaya dengan nasib dan keberuntungan kita...ditunjang dengan usaha/ikhtiar dan konsisten...pasti akan kita dapat hasil yang kita harapkan....
3 years and 6 months ago
Bener mas Prie,
Pd akhirnya, kerja keras pasti membuahkan hasil.
3 years and 6 months ago
Sekilas bekerja di rumah memang enak, dan menjadi keinginan banyak orang.
Tapi, saya lebih suka bekerja di kantor dg posisi saya sekarang. Bukan posisi manager, tapi saya sangat mensyukurinya.
3 years and 2 months ago
met deh yg punya pikiran mandiri !!!
kerja dirumah lebih baik dr orang kantoran :
1. kita bisa manager diri sendiri
2. kita langsung tau hasil kerja kita
3. kepuasan puncak bisa kita capai
4. menjadi bos pada diri sendiri
5. merdeka tidak mati idenya.
pengalaman dari usaha servise komputer dan jual beli spare part kompi
met ya abiie terus melangkah pantang mundur insya allah barokah dan kair.
salam semoga allah memberi jalan yang mudah buat akhi..
2 years and 3 months ago
menurut saya, jangan taruh telur dalam satu kantong. kalau kantungnya jatuh anda tidak akan kebagian.
.-= belajar bisnis's last blog.. How To Make Prospects Calling You =-.
1 year and 6 months ago
kalo di liat-liat sebenarnya hasil yang di dapat sama aja ya kantoran ato usaha sendiri, yang membedakan levelnya. masing-masing punya kelemahan dan kelebihan sendiri , dan syarat-syarat ter sendiri. kesamaan yang di dapat posisi paling enak ya topnya , tapi ada harga yang mahal untuk ke top , lagian lebih berat tanggung jawabnya di top.
1 year and 2 months ago
Ane pengen kerja dua-duanya bro
Tapi yang fleksibel <---banyak maunya
Write a comment
Please be noted that I can't always reply your comment and I'm sorry for that. Thanks for your visit.
* Required fields
You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.
3 trackbacks
To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://blogiologi.com/kerja-di-rumah-apa-di-kantoran-ya-1.html/trackback