BLOGIOLOGI
.. an e-sharing about blogging, WordPress, SEO, make money online and a couple of my personal notes

Kerja Di Rumah Apa Di Kantoran Ya? 2

2 years and 3 months ago
By abbie

Ini tulisan saya bagian ke-2 tentang pilah-pilih kerja di rumah atau kerja kantoran ( baca : jadi karyawan ). Saya sudah posting bagian 1-nya beberapa hari yang lalu.

Pada bagian ini saya akan lebih banyak melihat negative point-nya kalau kita jadi karyawan.

Wait... wait... wait... I didn't mean that it's not good to get a job at a company. We are just comparing those two different circumstances where we're working in to make money. The final answer is of course absolutely yours.

Saya sendiri sekarang masih ngantor di sebuah perusahaan manufaktur. So, saya ngerti banget suka-dukanya jadi karyawan. Kerja part-time saya, ya di depan komputer. Siapa tahu bisa jadi pebisnis online yang sukses. Amiin.

OK. Mari kita mulai..

Saya akan coba point per point. Masing-masing point ada pertanyaannya. Pikirkan jawabannya menurut anda sendiri ( dengan jujur ).

1. Jika kita sekarang seorang karyawan, tentu kita percaya bahwa karir kita tergantung pada kerja keras kita sendiri. Perusahaan akan selalu menuntut kita untuk mampu bekerja under pressure. Di sisi lain, punya usaha sendiri juga harus kerja keras. Pertanyaannya sekarang : mana yang anda pilih, kerja keras untuk orang lain, atau untuk diri anda sendiri?

2. Kebanyakan perusahaan menggaji karyawannya berdasarkan satuan waktu. Ada yang digaji per hari, per minggu, atau per bulan. Dengan cara seperti ini, karyawan ber-etos kerja tinggi akan digaji sama dengan temannya satu golongan yang kerjanya standar. Sementara menjadi entrepreneur, hasil yang diperoleh akan sebanding dengan performansi usaha yang dilakukan. Nah, mana yang anda sukai, anda mendapat uang berdasarkan satuan waktu anda bekerja, atau berdasarkan kemampuan anda bekerja, tidak peduli berapa lama anda mengerjakannya?

3. Katakanlah anda seorang manajer produk di sebuah perusahaan manufaktur. Tiba-tiba anda menemukan sebuah ide produk brilian yang kemudian mendatangkan profit milyaran rupiah ke perusahaan anda. Menurut anda, apakah anda akan mendapat share dari uang milyaran rupiah itu? Ingat, ide itu milik anda.

4. Yang ini masih ada hubungannya dengan point nomer 3, hanya dilihat dari sisi yang lain. Perusahaan pasti membutuhkan sebuah struktur hierarchical sebagai media untuk mengalirkan informasi dari top level ke bottom level, atau sebaliknya. Sayangnya, kadang-kadang hal ini menjadi sesuatu yang sangat menjengkelkan bagi orang bawahan yang cerdas, yang akan mengkomunikasikan ide-ide jenius mereka ke top level management. Sang pimpinan terdekat memainkan «game»-nya dengan mengambil alih komunikasi dan ingin berperan besar pada pengembangan ide anak buahnya. Yang lebih parah lagi, kadang mereka bersikap seolah-olah ide itu adalah orisinil dari kepalanya. Anda pernah mengalami «pencekalan & pemalsuan ide» seperti ini?

5. Yang ini masalah peraturan perusahaan. Semua karyawan harus tunduk dengan peraturan yang satu ini. Kita melanggar, kita kena sanksi. Sialnya, peraturan kadang kurang manusiawi. Kita bisa saja kena sanksi, paling tidak ditegur si bos, karena datang telat setelah 1 jam 'terpaksa' mengantar istri ke dokter. Atau kalaupun bos diam saja, kitanya yang jadi nggak enak hati sendiri. Coba kita bandingkan jika kita punya usaha sendiri. Anda bebas untuk menentukan aturan seperti apa yang akan dipakai. Yang penting, anda bekerja nyaman dan tujuan bisnis anda tercapai. Betul tidak?

6. Uang yang anda peroleh sebagai karyawan akan menopang kehidupan ekonomi keluarga anda selama anda dinilai produktif oleh perusahaan anda. Bagaimana jika anda kelak mendekati usia 55 tahun? Pensiun dan melepaskan karir anda? Lalu bagaimana dengan kelangsungan hidup keluarga anda? Apakah pada saat itu anda secara ekonomi sudah independent? Bukankah menurut anda lebih baik untuk memulai bisnis anda sendiri hari ini, sehingga anda punya lebih banyak waktu untuk membesarkan bisnis anda, sebelum anda merasa terlalu tua untuk memulainya?

7. Menjadi pengusaha berarti bahwa anda akan mengelola bisnis anda dengan segenap kekuatan yang anda miliki, mengatasi rintangan dengan diri sendiri, dan bertanggungjawab terhadap setiap keputusan bisnis anda. Untung atau rugi, semuanya ada di tangan anda. Menakutkan bukan? Ya... mungkin juga. Tapi ingat, sekalipun anda gagal setelah 5 atau 8 tahun berjuang untuk bisnis anda, anda mungkin akan mempunyai pelajaran yang lebih berharga daripada anda melewatkan waktu yang sama dengan bekerja di perusahaan orang lain. Sekarang, siapkah anda menerima resiko untuk sebuah pelajaran berharga, demi kepentingan anda sendiri?

8. Bekerja di posisi yang hebat dengan gaji besar bukan berarti bahwa kita menyukai pekerjaan itu. Saya merasa beruntung dengan posisi di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Tapi sepertinya saya lebih mencintai kerja part-time saya. Setiap pulang kerja, meskipun capek, saya selalu tidak sabar untuk segera membuka laptop dan siap online. Anda sendiri bagaimana? Apakah anda sekarang menghasilkan uang dengan mengerjakan sesuatu yang anda sukai?

2 comments

Gravatar #1. qq
2 years ago

yupzzzz...

bener mas...

lebih sakit lagi kalo ternyata output yg qt hasilkan lebih bsr tp reward malah diberikan kpd rekan yg lbh pinter pdkt sm bos...

kalo soal pencurian ide emang udah budaya bangsa kali yeee...

Gravatar #2. adityasr
2 years ago

Wah.. poin2nya nyindir saya semua mas Abbie :-(

Write a comment

If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:





CommentLuv Enabled

* Required fields

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>.

3 trackbacks

To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://​blogiologi.com/​kerja-di-rumah-apa-di-kantoran-ya-2/​trackback/